Investor Relations

ANJ Berhasil Menerapkan ERP SAP S/4 HANA di Semua Perkebunan yang Telah Menghasilkan

07 Jun 2017

 

Setelah sebelumnya sukses menerapkan sistem perencanaan sumber daya perusahaan dengan aplikasi Enterprise Resource Planning dengan produk SAP S/4HANA (ERP-SAP) di perkebunan Pulau Belitung pada Januari 2017 lalu, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) kembali berhasil memperluas penerapan ERP-SAP pada tiga perkebunan yang telah menghasilkan. ERP-SAP mulai diterapkan di perkebunan di Ketapang, Kalimantan Barat yang dioperasikan PT Kayung Agro Lestari sejak 2 Mei 2017, perkebunan di Binanga, Sumatera Utara yang dioperasikan PT Austindo Nusantara Jaya Agri sejak 4 Mei 2017, dan Perkebunan di Padang Sidempuan, Sumatera Utara yang dioperasikan PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais sejak 6 Mei 2017. 

Dimulainya sistem ERP ini ditandai dengan acara pemotongan tumpeng, Senin 22 Mei di tiga perkebunan tersebut dan disaksikan langsung oleh Pimpinan dan manajemen ANJ, di Kantor Pusat di Jakarta melalui fasilitas Video Conference

Dalam pesannya, Direktur Utama ANJ, Istini T. Siddharta, mengatakan penerapan sistem ERP ini adalah salah satu program jangka panjang untuk mewujudkan sinergi dan efisisensi di seluruh kegiatan usaha ANJ, serta menerapkan standar yang setara atas kegiatan usaha kelapa sawit yang lokasinya tersebar secara geografis.  

"Perkebunan yang telah menghasilkan merupakan prioritas pertama untuk proyek ini, perkebunan yang sedang berkembang serta lini usaha Sagu di Papua Barat kami targetkan juga bisa menerapkan sistem tersebut tahun ini", tambah Istini.

ANJ mengharapkan penggunaan sistem ERP berbasis SAP ini bisa memberikan keakuratan data, efisiensi waktu, kemudahaan dalam memonitor transaksi dan memudahkan karyawan dalam mengakses data atau informasi. Melalui sistem ini perusahaan akan memiliki akses daring seketika (real-time) terhadap data operasional untuk digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. 

Menurut Direktur Keuangan, yang juga merupakan Direktur Proyek ERP-SAP,  Lucas Kurniawan, sistem ini dinilai memiliki sejumlah kelebihan yang mampu mengakomodir segala kebutuhan sistem informasi ANJ.

‘’ERP-SAP dapat diterapkan dengan baik mulai dari front-end (operasi) hingga back-end (pengadaan, komersial, keuangan, akunting) sesuai kebutuhan ANJ,” jelas Lukas. 

Untuk membangun sistem ERP yang efektif, diperlukan kerja sama yang baik antara manajemen puncak, tim IT dan seluruh karyawan. Dan untuk mengakomodir kebutuhan ini, ANJ membentuk tim antar departemen dan unit bisnis yang bekerja dalam satu proyek yang dinamakan Project LEAP. LEAP adalah singkatan dari Leadership, Engagement, Accuracy, Performance.
 
Dengan sistem yang kini terintegrasi, grup ANJ dapat meraih manfaat dari proses perawatan dan pengelolaan sistem IT yang semakin efisien dan efektif, proses bisnis utama grup yang semakin terintegrasi, informasi keuangan dan operasional semakin akurat dan lengkap, dan keputusan manajemen  dapat diambil dengan lebih cepat dari sebelumnya. Semua manfaat tersebut akan meningkatkan produktivitas grup ANJ.

 

Other Articles

ANJ Penuhi Undangan Lokakarya SDA Berkelanjutan
07 Aug 2018

SORONG, 1 Agustus 2018 – Memenuhi undangan Yayasan Pusaka, Greenpeace, Papua Forest Watch dan GKI Sinode, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) hadir sebagai narasumber dalam seminar dan lokakarya yang mengangkat tema pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan

ANJ Raih Penghargaan Pembayar Pajak Paling Patuh
07 Aug 2018

Jakarta, 7 Agustus 2018 – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) meraih penghargaan sebagai emiten yang dinilai paling patuh dan berkontribusi terbaik dalam melakukan pembayaran pajak kepada negara dalam acara “Penganugerahan Tempo Country Contributor Award 2018” yang diselenggarakan Pusat Data dan Analisis Tempo (Tempo Media Group) pada Senin, 6 Agustus 2018. Presiden Direktur ANJ, Istini T. Siddharta, menerima langsung penghargaan tersebut.

Potensi besar Jember untuk ekspor edamame: Asisten Bupati
01 Jun 2018

Jember, 8 Mei 2018 – Potensi pengembangan pasar ekspor bisnis edamame masih terbuka lebar di Kabupaten Jember dengan tersedianya sekitar 5,000 hektar lahan pertanian komersial bagi sektor bisnis untuk bekerjasama dengan petani sebagai mitra.