speaker

Investor Relations

ANJ DUKUNG INDONESIA HIDUP LEBIH SEHAT DENGAN SAGU

30 Dec 2020

 

Jakarta, 30 Desember 2020 - Sagu merupakan salah satu makanan pokok bagi masyarakat di Indonesia bagian timur, terutama di Papua dan Maluku. Sagu bisa diolah dalam berbagai macam bentuk, mulai dari tepung, gula, bahkan beras sagu. Sebagai salah satu makanan pokok masyarakat di Indonesia Timur, sagu memang memiliki nutrisi yang baik bagi tubuh.

Nelda Hermawan, Head of Commercial, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) mengatakan bahwa masyarakat banyak yang belum mengetahui manfaat baik di balik sagu. Sebagian besar kandungan nutrisi sagu adalah karbohidrat kompleks, di mana pati sagu yang diolah secara modern mengandung sekitar 85 persen karbohidrat. Sagu secara alami bebas gluten-alergen yang perlu dihindari oleh penderita penyakit celiac atau intoleransi gluten.

Seiring dengan perubahan gaya hidup, saat ini masyarakat menjadi semakin teliti dengan kandungan dalam makanan mereka, dimana belakangan ini memicu minat terhadap makanan berbakteri baik yang memiliki manfaat untuk kesehatan. "Pati sagu bersifat pre-biotik atau pati tahan cerna, ini adalah pati yang lolos dari penyerapan di usus kecil dan langsung menuju usus besar. Untuk contoh sumber prebiotik lainnya adalah sayuran berserat atau buah-buahan. Mikroorganisme yang hidup di dalam usus besar memfermentasi pati tahan cerna dan menghasilkan asam lemak rantai pendek (short chain fatty acid/SCFA) sebagai sumber energi untuk pertumbuhan populasi mikrorganisme baik dalam usus besar." ujar Nelda Hermawan.

Fungsi kesehatan lain dari makanan berbasis sagu ada pada Indeks Glikemik (IG), nilai yang digunakan untuk mengindikasi seberapa cepat suatu makanan menyebabkan peningkatan dan flukturasi kadar gula darah. Makanan dengan IG tinggi sangat cepat diserap dan menyebabkan fluktuasi kadar gula darah dan insulin yang tajam, kebalikannya dengan makanan dengan IG rendah.

Sagu yang telah diolah dan dimasak memiliki IG rendah dan dapat menghasilkan jenis pati tahan cerna yang memperlambat pelepasan glukosa ke dalam aliran darah, contohnya pati sagu alami memiliki nilai IG sebesar 65 dan untuk mie sagu nilai IG sebesar 28. "Makanan dengan IG rendah dapat mengurangi kadar kolesterol total dan LDL dalam darah, mengurangi risiko penyakit diabetes tipe 2 dan penyakit jantung, serta membantu menjaga berat badan seimbang. Sagu juga memiliki manfaat untuk mencegah kanker kolon pada manusia berkat SCFA asam butirat yang dihasilkan pada reaksi kimia di usus besar. Jenis SCFA spesifik inilah yang dapat menghambat bahkan mematikan pertumbuhan sel kanker kolon pada manusia." tambah Nelda.

Nunik Maharani Maulana, Direktur, PT ANJ Agri Papua (ANJAP), mengatakan "Sagu telah ribuan tahun menjadi makanan pokok di Indonesia Timur, namun sekarang menjadi asing di negeri sendiri. Saat ini, di mata masyarakat, sagu hanya diingat sebagai bahan makanan khas Papua. Sebenarnya, sagu ini adalah sumber karbohidrat pengganti beras dengan potensinya yang luar biasa karena sagu ini dapat bertahan terhadap perubahan iklim."

“Dalam mendukung gaya hidup lebih sehat, ANJ berinovasi dengan membuka restoran pertama yang menyajikan berbagai macam menu modern berbahan sagu di Jakarta. Restoran yang kami beri nama Bueno Nasio dalam bahasa Iwaro artinya Dapur Enak dan sudah beroperasi sejak 2019.” tambah Nunik Maharani Maulana.

Bueno Nasio berlokasi di Menara BTPN, area Mega Kuningan, Jakarta Selatan menyajikan berbagai variasi menu olahan sagu seperti masakan berbahan dasar Mie, seperti Mie Goreng, Mie Ayam, Mie Bakso, Soto Mie, Sago Ramen Noodle, Tuna Sago Aglio Olio, dan menu lainnya seperti Sate Ayam dengan Lontong Sagu, Arem-Arem Sagu, Brownies, Cookies, Sago Cheese Stick dan masih banyak menu khas lainnya.

Seluruh menu yang tersaji dengan bahan dasar dari pati sagu tersebut berasal dari perusahaan dari pengolahan sagu di Papua Barat, PT ANJ Agri Papua (ANJAP). Produk tepung sagu yang dihasilkan oleh ANJAP terbagi dalam dua ukuran dan merek yang berbeda, yaitu Sapapua untuk ritel dan Pati Sagu untuk industrial. Sagu ANJAP telah diproses dengan cara higienis modern, sehingga terhindar dari resiko jamur yang tumbuh dan menghasilkan toxin yang berbahaya untuk dikonsumsi. Selain itu, warna putih sagu ANJAP adalah warna asli tepung tanpa menggunakan bahan kimia pada saat proses produksi.

 

Other Articles

ANJ DUKUNG ANAK INDONESIA HEBAT LEWAT AKSES PENDIDIKAN DAN KESEHATAN
23 Jul 2021

Kebijakan Keberlanjutan ANJ: ”Road to Net Zero”
21 Jul 2021

Walau realisasi volume ekspor minyak sawit turun karena pandemi Covid-19, nilai ekspor dari komoditas itu justru mengalami kenaikan sebesar 13,6 persen secara tahunan, menjadi 22,97 miliar dollar AS. Meski membanggakan, produksi sawit sering kali dianggap menyebabkan kebakaran hutan lewat alih fungsi lahan, menciptakan emisi karbon, hingga merugikan masyarakat dan satwa yang tinggal di sekitar perkebunan kelapa sawit

ANJ DUKUNG KETAHANAN EKONOMI MELALUI PROGRAM KOPERASI UNTUK MASYARAKAT SEKITAR
13 Jul 2021

Jakarta – Dalam kegiatan operasinya, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) berkomitmen bahwa perusahaan dapat mencapai kemakmuran dan tumbuh sebagai bisnis ketika masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasi mendapatkan manfaat dari kehadiran perusahaan tumbuh dan berkembang bersama.