Investor Relations

Potensi besar Jember untuk ekspor edamame: Asisten Bupati

01 Jun 2018

 

Jember, 8 Mei 2018 – Potensi pengembangan pasar ekspor bisnis edamame masih terbuka lebar di Kabupaten Jember dengan tersedianya sekitar 5,000 hektar lahan pertanian komersial bagi sektor bisnis untuk bekerjasama dengan petani sebagai mitra.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, MSi, dalam sambutannya di acara Program Sekolah Edamame di desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, mengatakan pemerintah kabupaten mendukung penuh upaya kemitraan antara petani, pelajar SMK dan sektor industri.

“Jember masih menjadi pemasok utama untuk pasar ekspor edamame dari Indonesia. Ini menjadi perhatian kita semua,” tutur Asisten II Edy, yang mewakili Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR.

Edy mengatakan, kemitraan antara petani edamame dengan PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT), sebagai penggagas sekolah edamame, harus terus dipertahankan dan kedepannya dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Hal ini menjadi penting, ujar Edy, karena selain Jember memiliki lahan pertanian produktif seluas 86.000 hektar serta diversifikasi produk hortikultura yang beragam, usaha tanam tembakau juga perlu untuk didiversifikasikan kedepannya.

“Terutama terkait tembakau, meskipun saat ini boleh dikatakan tidak jelek, masih cukup kompetitif, tetapi kita harus antisipasi bahwa pasar tembakau dunia semakin mengecil,” tutur Edy di sela-sela acara program ini, yang berlangsung dari tanggal 8-12 Mei 2018.

Sebagai kabupaten penghasil edamame kualitas ekspor terdepan di Indonesia, Jember memiliki peluang yang “masih terbuka luas” untuk dikembangkan tidak hanya ke Jepang tetapi juga ke pasar ekspor lainnya seperti Amerika dan Eropa.

“Ini yang saya pikir harus ditangkap oleh kita semua,” tutur Edy setelah acara panen raya edamame yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ir. Maskur bersama Direktur Utama PT GMIT, Jahya Lukas.

Turut hadir di acara pembukaan pelatihan ini adalah Camat Ajung Drs. Slamet Wijoko, MSi, serta para perwakilan jajaran Muspika Ajung.

Keberadaan PT GMIT bersama perusahaan lainnya dalam bisnis edamame, menurut Lukas, membuktikan bahwa Indonesia mampu “memproduksi produk hortikultura lainnya” yang dibutuhkan oleh negara lain diluar Indonesia.  

“Program ini merupakan bagian dari program pemberdayaan dan menjadi salah satu wujud nyata komitmen Grup ANJ terhadap perkembangan berkelanjutan bagi petani sebagai mitra kerja kami, para pelajar SMK sebagai potensi tenaga kerja lokal di masa depan,” tutur Lukas.

Hal ini selaras dengan visi Bupati Jember bahwa membangun Jember sejatinya adalah membangun sumber daya manusia, tambah Asisten II Edy.

Program sekolah edamame ini akan diikuti oleh sekitar 65 peserta yang terdiri dari 30 orang siswa-siswi SMK Negeri 5 Jember, 25 petani mitra dan staff perwakilan dari beberapa anak perusahaan serta perwakilan dari masyarakat desa mitra anak perusahaan ANJ, PT Kayung Agro Lestari (KAL), dari Kabupaten Ketapang, Propinsi Kalimantan Barat.

PT GMIT, sebagai salah satu anak perusahaan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ), terus berfokus untuk mengembangkan bisnis edamame di Indonesia dan juga pasar ekspor dengan berpartner bersama Asia Foods.

 

Other Articles

PT PPM dan Koperasi Sumano Hiwa Mandiri Jalin Kerja Sama Kelola Truk TBS
08 Jul 2019

PT Permata Putera Mandiri (PPM), unit usaha PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) yang bergerak di industri kelapa sawit di Papua Barat menjalin kerja sama dengan Koperasi Transportasi Sumano Hiwa Mandiri untuk mengoperasikan truk jungkit (dump truck) pengangkut tandan buah segar (TBS) ke dalam pabrik kelapa sawit.

Kemajuan Pesat Konstruksi Pabrik Kelapa Sawit ANJ di Papua Barat
06 May 2019

Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di PMP, sebagai satu dari tiga proyek infrastruktur penting dari investasi Grup ANJ di Papua Barat, telah mengalami kemajuan yang pesat dan akan menjalankan fase uji coba (commissioning) di bulan Mei ini.

Pemerintah Perlu Prioritaskan Sagu sebagai Komoditas Strategis: MASSI
25 Jan 2019

Pemerintah perlu memprioritaskan sagu sebagai komoditas pangan utama dan strategis melalui intensifikasi penelitian, perbaikan birokrasi lembaga negara dan pengurangan pungutan pajak komoditi sagu untuk membantu investor di industri ini.