Investor Relations

Respons Terhadap Tuduhan Solidaritas untuk Korban Kekerasan dan Masyarakat Adat Iwaro, Papua Barat

04 Dec 2017

 

Pernyataan yang dikeluarkan melalui siaran pers oleh Solidaritas untuk Korban Kekerasan dan Masyarakat Adat Iwaro, Papua Barat, tertanggal 20 November 2017, tidak sesuai fakta di lapangan.  Insiden yang diberitakan dalam rilis menyesatkan dan tidak proporsional.

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) telah melakukan investigasi mendalam dan fakta yang ditemukan adalah:

  • Yan Mengge sehari-hari berada dalam kamp kontraktor PT Permata Putera Mandiri (PPM), anak  perusahaan ANJ, dantidak mengalami tindak kekerasansebagaimana yang disebutkan dalam siaran pers Solidaritas untuk Korban Kekerasan dan Masyarakat Adat Iwaro, Papua Barat, terjadi pada 23 Oktober 2017.
  • Pada 1 November 2017, Yan Mengge datang ke wilayah kerja PPM dengan membawa senjata tajam (parang, tombak dan kapak) dan mengancam keselamatan pekerja kontraktor PPM dan petugas Brimob.

Petugas Brimob, yang bertanggung jawab menegakkan hukum sesuai dengan Undang Undang yang berlaku di Republik Indonesia, mengemban tugas menjaga keamanan dan ketertiban.  Karena itu petugas Brimob terpaksa mengamankan Yan Mengge untuk melindungi pekerja kontraktor dan diri mereka sendiri dari serangan senjata-senjata tajam yang dibawa Yan Mengge.

Yan Mengge kemudian ditahan dan senjata-senjata tajamnya dilucuti oleh petugas Brimob.

Dalam kejadian itu, tidaklah benar bahwa Yan Mengge diperlakukan seperti yang digambarkan dalam siaran pers Solidaritas untuk Korban Kekerasan dan Masyarakat Adat Iwaro, Papua Barat.  Keadaan lapangan tidak memungkinkanapa yang dituduhkan tersebut dilakukan.

  • Pada 3 November 2017, atas permintaan keluarga Yan Mengge, staf kontraktor PPM mengantarkan Yan Mengge ke BLUD Scholoo Keyen di Teminabuan, Sorong Selatan, untuk pemeriksaan kesehatan. Dokter yang memeriksa menyatakan yang bersangkutan dalam keadaan sehat dan tidak terdapat tanda-tanda cedera (luka atau memar) seperti yang dituduhkan.  Perjalanan Yan Mengge ke Teminabuan dan pemeriksaan dokter disaksikan oleh keluarga Yan Mengge yang turut serta mengantarnya. Semua biaya ditanggung kontraktor PPM.
  • Yan Mengge sendiri saat ini beradadalam kondisi baik dan masih tinggal di kamp kontraktor PPM.

ANJ juga menyatakan bahwa PPM memiliki Perjanjian Pelepasan Penguasan Tanah Ulayat dengan masyarakat Suku Iwaro yang ditandatangani pada 2014.  PPM telah membayar ganti rugi pelepasan hak atas tanah ulayat.  Sementara itu, dalam hal kompensasi (fee) kubikasi kayu dan ganti rugi tanam tumbuh, PPM terus melakukan komunikasi intensif dengan masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan.

PPM masih dan selalu berkomunikasi dengan masyarakat, baik melalui Pertemuan Pemangku Kepentingan yang rutin dilakukan; Konsultasi Publik sebagai bagian dari mekanisme FPIC; dan forum-forum lainnya.  Di setiap lokasi ada petugas-petugas community relations yang terus berkomunikasi dengan masyarakat. Perusahaan juga memiliki sistem dan prosedur untuk mencatat keluhan dan persoalan yang disampaikan masyarakat.

PPM dan induk perusahaannya, ANJ, secara terbuka membicarakan program pemberdayaan hak, sosial, ekonomi, dan budaya. Perusahaan juga berkomunikasi serta melibatkan dan bekerja sama dengan masyarakat dalam membangun dan melaksanakan program yang dibutuhkan masyarakat.  Mitra yang membantu PPM dalam melaksanakan berbagai program, juga berada dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Sebagai anggota RSPO, Grup ANJ mematuhi prinsip dan kriteria yang ditetapkan oleh RSPO, termasuk FPIC.  ANJ memandang FPIC sebagai proses yang berkelanjutan, baik perusahaan maupun pemangku kepentingan, termasuk masyarakat terdampak, berupaya saling memahami berbagai isu melalui komunikasi yang terbuka, mulai dari isu operasional, sosial, maupun lingkungan.  Protes atau pemalangan (sebagai tanda protes) adalah bagian dari dinamika komunikasi dengan masyarakat yangditanggapi Perusahaan melalui pendekatan komunikasi dan pemecahan masalah bersama.

Secara umum, masih banyak publik yang belum memahami bahwa isu sosial di Papua tidaklah sederhana.  Menangani tuntutan atas lahan yang tumpang tindih di antara suku atau marga membutuhkan kesabaran dan kehati-hatian, serta komunikasi berkelanjutan.

 

Other Articles

Kementerian Kerjasama Ekonomi Jerman Mengunjungi AANE dan SMM
17 Oct 2018

Jakarta, 17 Oktober 2018 – Pertukaran pengetahuan dan praktek terbaik adalah semangat utama dalam kunjungan bersama oleh Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Negara Federal Jerman (BMZ) dan Bappenas ke fasilitas Austindo Aufwind New Energy (AANE) beberapa waktu lalu.

ANJ Penuhi Undangan Lokakarya SDA Berkelanjutan
07 Aug 2018

SORONG, 1 Agustus 2018 – Memenuhi undangan Yayasan Pusaka, Greenpeace, Papua Forest Watch dan GKI Sinode, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) hadir sebagai narasumber dalam seminar dan lokakarya yang mengangkat tema pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan

ANJ Raih Penghargaan Pembayar Pajak Paling Patuh
07 Aug 2018

Jakarta, 7 Agustus 2018 – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) meraih penghargaan sebagai emiten yang dinilai paling patuh dan berkontribusi terbaik dalam melakukan pembayaran pajak kepada negara dalam acara “Penganugerahan Tempo Country Contributor Award 2018” yang diselenggarakan Pusat Data dan Analisis Tempo (Tempo Media Group) pada Senin, 6 Agustus 2018. Presiden Direktur ANJ, Istini T. Siddharta, menerima langsung penghargaan tersebut.