speaker

Bisnis Inti

Edamame

Pada 2012, sejalan dengan beralihnya kegiatan usaha utama ANJ ke sektor agribisnis (kelapa sawit), pangan (sagu), dan energi terbarukan, manajemen memutuskan untuk secara bertahap keluar dari bisnis tembakau dan berkonsentrasi pada produk pertanian yang mempunyai nilai lebih tinggi.

ANJ telah bergerak di sektor sayuran sejak tahun 2015, ketika anak perusahaan kami, PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT), mulai membudidayakan edamame, sejenis kacang-kacangan yang memiliki protein dan antioksidan tinggi yang masuk dalam kelompok keluarga kedelai.

PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT) bekerja sama dan mendampingi para petani dalam proses penanaman dan pemanenan edamame untuk menjaga kualitas edamame yang dihasilkan. Mulai 2015, GMIT membeli edamame dari para petani binaan dan menjualnya ke pasar domestik. 

Dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi, GMIT menerapkan proses standar internasional serta dijamin dengan sertifikasi dan audit yang dilakukan secara rutin untuk memenuhi persyaratan domestik dan ekspor. GMIT telah memperoleh sertifikat Halal Kelas A dari Majelis Ulama Indonesia / MUI) serta memiliki sertifikat aman dan halal dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, GMIT juga telah memperoleh ISO 22000: 2018, British Retail Certification (BRC), serta sertifikasi dari U.S-FDA, Kosher, dan Prima.

Saat ini ANJ telah menanamkan investasi dalam pabrik lini pembekuan dan menjalin kemitraan strategis dengan AJI HK Limited (Asia Foods group) untuk memfasilitasi ekspansi pasar GMIT ke wilayah Asia Pasifik. Dalam perjanjian kami, Asia Foods akan memberikan bantuan teknis untuk pengembangan fasilitas lini beku serta akses ke pasar ekspor. Dalam kerja sama dengan Asia Foods Group,  ANJ telah memulai ekspor edamame beku, ditandai dengan pengiriman ke pasar Jepang pada awal kuartal dua 2021.

GMIT memproduksi edamame beku (dengan merek ‘Edashi’), dan edamame beku kupasan yang juga dipasarkan secara domestik.

   


Sertifikasi GMIT