Keberlanjutan

Konservasi

Bagi ANJ konservasi adalah napas perusahaan. Kelestarian alam dan lingkungan bisa dan harus sejalan dengan bisnis.

ANJ memantau dan menilai inisiatif-inisiatif konservasi, serta terlibat dalam proyek kolaboratif dengan para ahli lingkungan dan ahli flora dan fauna dalam merancang dan mengelola area perkebunan sebagai tempat pelestarian keanekaragaman hayati, serta menjaga ekosistem.

Tak semua areal konsesi perkebunan kelapa sawit dibuka dan dikembangkan. Di Sumatera dan Kalimantan, misalnya. Dari total area hak guna usaha 66.648 hektare, ANJ menyediakan 10.435 hektare untuk area konservasi. Di Sumatera, ANJ melindungi siamang yang langka. Di Kalimantan Barat, dua areal hutan nilai konservasi tinggi dialokasikan sebagai rumah bagi orang utan dan sejumlah flora dan fauna, termasuk spesies yang terancam punah. Selain bekerja sama dengan masyarakat, ANJ didukung oleh sejumlah pemangku kepentingan dan mitra yang berkomitmen membantu perusahaan dan memberi masukan serta arahan dalam pengelolaan area konservasi, antara lain Pemerintah Kabupaten, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), Universitas Tanjung Pura (UNTAN) dan lembaga swadaya masyarakat internasional yang bergerak di bidang lingkungan.

Di Papua, perusahaan melibatkan masyarakat menjaga daerah aliran sungai. Wilayah konsesi ANJ di Papua Barat dilewati tiga sungai besar: Metemani, Kamundan, dan Kais. Tiga sungai ini merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat di 60 desa yang memiliki 20 danau, habitat pelbagai jenis ikan, dan bagi hutan sebagai habitat pelbagai jenis satwa dilindungi. ANJ terpanggil untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat dalam mengendalikan perburuan dan melindungi hewan endemik dan langka tersebut, dengan cara melakukan sosialisasi dan memberi pemahaman kepada masayarakat.

Misi perusahaan adalah keseimbangan tiga hal: Profit, People, and Planet.


Manual Kebijakan Konservasi