Tentang Kami

Peta Lokasi

  1. PT Austindo Nusantara Jaya Agri (ANJA)

    Binanga, Sumatera Utara

    ANJA didirikan pada bulan Maret 1986, dan diakuisisi oleh ANJ pada tahun 2000 melalui Verdaine Investments Limited ANJ mengakuisisi dan memiliki langsung seluruh saham ANJA pada tahun 2006. ANJA bergerak dalam bidang penanaman, pengembangan dan pengolahan kelapa sawit dengan menghasilkan minyak kelapa sawit (CPO) dan inti sawit (PK) serta kegiatan-kegiatan yang terkait dengan produksi dan pemasarannya. ANJA memiliki, mengelola dan mengoperasikan Perkebunan Sumatera Utara I di Binanga, Sumatera Utara. Melalui anak perusahaannya, ANJA mempunyai enam perkebunan dan cadangan lahan kelapa sawit. ANJA memiliki jumlah area seluas 9.954 hektar, 9.795 hektar di antaranya merupakan area yang telah ditanami dan melliputi tanaman kelapa sawit menghasilkan. Pabrik kelapa sawit ANJA memiliki kapasitas produksi sebesar 60 ton per jam, dan mengolah TBS dari perkebunan sendiri maupun TBS yang dibeli dari pihak ketiga.

  2. PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais (ANJAS)

    Padang Sidempuan, Sumatera Utara

    ANJAS didirikan pada bulan Mei 2002 dan diakuisisi oleh ANJA pada bulan November 2004. ANJAS memiliki, mengelola dan mengoperasikan Perkebunan Sumatera Utara II di Padang Sidempuan, Sumatera Utara. ANJAS memiliki jumlah area seluas 9.412 hektar, 7.912 hektar di antaranya merupakan area yang telah ditanami dan meliputi tanaman kelapa sawit menghasilkan. Pabrik kelapa sawit ANJAS memiliki kapasitas produksi sebesar 60 ton per jam, dan mengolah TBS dari perkebunan sendiri maupun TBS yang dibeli dari pihak ketiga.

  3. PT Sahabat Mewah dan Makmur

    Belitung, Bangka Belitung

    SMM didirikan pada bulan Juli 1985 dan diakuisisi oleh ANJA pada bulan Maret 2003. SMM bergerak dalam bidang penanaman, pengembangan dan pengolahan kelapa sawit dengan menghasilkan minyak kelapa sawit (CPO) dan inti sawit (PK) serta kegiatan-kegiatan yang terkait dengannya. SMM memiliki, mengelola dan mengoperasikan Perkebunan Pulau Belitung. Bibit perdana kelapa sawit ditanam pada tahun 1990 dan pembangunan pabrik kelapa sawit selesai dilakukan pada tahun 1996. SMM memiliki jumlah area seluas 16.307 hektar, 14.191 hektar di antaranya merupakan area yang telah ditanami dan 12.078 hektar di antaranya merupakan area dengan tanaman kelapa sawit yang telah menghasilkan. Pabrik kelapa sawit ANJAS memiliki kapasitas produksi sebesar 60 ton per jam, dan mengolah TBS dari perkebunan sendiri maupun TBS yang dibeli dari pihak ketiga

  4. PT Kayung Agro Lestari

    Ketapang, Kalimantan Barat

    KAL didirikan pada bulan September 2004 dan diakuisisi oleh ANJA pada bulan Desember 2005. KAL memiliki, mengelola dan mengoperasikan Perkebunan Kalimantan Barat di Ketapang, Kalimantan Barat. KAL memiliki cadangan lahan seluas 17.998 hektar. Bibit perdana ditanam pada 2010. Dari area seluas 12.087 hektar yang telah ditanami, 9.985 hektar meliputi tanaman kelapa sawit yang telah menghasilkan dan 2.102 hektar meliputi tanaman kelapa sawit yang belum menghasilkan, dari area tersebut 2.575 hektar adalah perkebunan plasma. Pabrik kelapa sawit ANJAS memiliki kapasitas produksi sebesar 45 ton per jam, dan mengolah TBS dari perkebunan sendiri maupun TBS yang dibeli dari pihak ketiga.

  5. PT Galempa Sejahtera Bersama (GSB)

    Empat Lawang, Sumatera Selatan

    GSB didirikan pada bulan Januari 2012 dan diakuisisi oleh ANJA pada bulan Mei 2012. GSB memegang izin lokasi untuk area seluas 12.800 hektar untuk perkebunan kelapa sawit di Empat Lawang, Sumatera Selatan. GSB telah menanami area seluas 618 hektar.

  6. PT Permata Putera Mandiri (PPM)

    Sorong Selatan, Papua Barat

    PPM didirikan pada bulan Juli 2007 dan diakuisisi oleh ANJA pada bulan Januari 2013. PPM memegang HGU atas lahan seluas 26.571 hektar untuk perkebunan kelapa sawit (inti) dan perkebunan kelapa sawit seluas 5.454 hektar (plasma) di Sorong Selatan, Papua Barat. PPM mulai menanam kelapa sawit pada tahun 2014, dan saat ini memiliki 2.501 hektar area tertanam.

  7. PT Putera Manunggal Perkasa

    Sorong Selatan dan Maybrat, Papua Barat

    PMP didirikan pada bulan November 1999 dan diakuisisi oleh ANJA pada bulan Januari 2013. PPM memegang HGU atas lahan seluas 18.860 hektar untuk perkebunan kelapa sawit (inti) dan perkebunan kelapa sawit seluas 3.818 hektar (plasma) di Sorong Selatan dan Maybrat, Papua Barat. PPM mulai menanam kelapa sawit pada tahun 2014, dan saat ini memiliki 4.009 hektar area tertanam.

  8. PT ANJ Agri Papua (ANJAP)

    Sorong Selatan, Papua Barat

    ANJAP didirikan pada bulan September 2007 untuk mengembangkan proyek sagu Papua Barat ANJ dengan fokus pada bidang usaha tepung sagu di Papua Barat. ANJAP memegang izin untuk mengusahakan konsesi hutan sagu seluas 40.000 hektar di Papua Barat. ANJAP mempunyai pabrik sagu di Papua Barat dengan kapasitas produksi tepung sagu sebesar 1.250 ton per bulan. Perseroan berencana meningkatkan kapasitas produksi tersebut hingga 2.500 ton per bulan.

  9. PT Lestari Sagu Papua (LSP)

    Sorong Selatan, Papua Barat

    LSP didirikan pada bulan November 2011 untuk mengelola usaha konsesi hasil hutan bukan kayu dan pemrosesan berbagai jenis tepung sagu, serta pemasaran dan transportasi tepung sagu. Pada saat ini, LSP sedang dalam tahap pengembangan dan belum berproduksi.

  10. PT Austindo Aufwind New Energy (AANE)

    Belitung, Bangka Belitung

    AANE didirikan pada bulan Oktober 2008 dan mengoperasikan bidang usaha biogas ANJ melalui pembangkit listrik di Perkebunan Pulau Belitung yang memanfaatkan gas metana dari limbah kelapa sawit untuk bahan baku pembangkit tenaga listrik. Pada 2013, AANE mendapatkan izin usaha sebagai pembangkit listrik independen (IPP) dan memulai kegiatan operasinya pada tanggal 31 Desember 2013. Pada tahun 2015, AANE meningkatkan kapasitas produksinya dari 1,2MW menjadi 1,8MW.

  11. PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT)

    Jember, Jawa Timur

    GMIT didirikan dengan nama PT Gading Mas Indonesian Tobacco pada bulan Maret 1970 dan mengoperasikan bidang usaha tembakau Perseroan, terutama pengolahan tembakau yang dibeli dari petani kecil di Indonesia. Tembakau ini kemudian dijual kepada produsen cerutu dan rokok di Indonesia, Eropa dan Tiongkok. Sejak 2012, GMIT secara bertahap keluar dari bisnis tembakau dan berfokus pada tanaman pertanian lain yang bernilai tinggi, seperti edamame. Perubahan nama menjadi PT Gading Mas Indonesia Teguh berlaku sejak Maret 2015. Pada tahun 2017, GMIT telah melakukan kerja sama usaha patungan dengan AJI HK Limited dengan kepemilikan sebesar 20% pada modal ditempatkan dan disetor GMIT.

  12. PT Austindo Nusantara Jaya Boga (ANJB)

    Jakarta

    ANJB didirikan pada Mei 2013 oleh Perseroan untuk berusaha dalam bidang pangan Perseroan yang sedang berkembang. ANJ mengembangkan dan memasarkan produk dari proyek tepung sagu.

  13. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ)

    Jakarta

    PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) merupakan perusahaan induk yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Pengalaman, keahlian, dan keberhasilan operasional Perusahaan telah membuahkan ekspansi bisnis, sehingga tak hanya kelapa sawit, saat ini ANJ juga mengembangkan pemanenan sagu dan proses pengolahannya menjadi tepung sagu di daerah Sorong Selatan, Papua Barat dan budidaya edamame bekerjasama dengan petani binaan,