Hubungan Investor

Majukan Produk Pangan Desa Melalui Pelatihan Seniman Pangan

13 Des 2018

 

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) mengikutsertakan 10 karyawan dan dua tokoh perempuan dari desa mitranya di Papua Barat dalam kegiatan pelatihan Seniman Pangan sebagai upaya untuk memberikan nilai tambah kepada petani dan produknya yang bervariasi di Indonesia.

Pelatihan selama seminggu (3/12-8/12) di Jakarta ini adalah kerja sama dengan PT Javara Indonesia yang melibatkan lima karyawan ANJ dari Jakarta, Belitung dan Papua Barat, dua tokoh perempuan asal Kampung Puragi di Sorong Selatan serta lima Management Trainee ANJ Angkatan 18.

Pelatihan dibuka langsung oleh CEO Grup ANJ, Istini T. Siddharta. Dalam sambutannya Istini memaparkan latar belakang keikutsertaan ANJ dalam pelatihan Seniman Pangan untuk menjawab tantangan logistik dan produksi terkait bahan makanan untuk para pekerja.

“Ke depan akan ada kurang lebih 1000 pekerja baik dari penduduk lokal maupun dari luar Papua Barat yang akan bertugas sebagai pemanen dan pekerja lainnya. Untuk menyediakan asupan makanan mereka, kita perlu memikirkan dan menyiapkan untuk bisa memanfaatkan sumber makanan yang ada di wilayah setempat.  Contohnya garam dari nipah, ikan yang berasal dari daerah sekitar, sayur dari kebun sayur masyarakat dan telur yang dihasilkan dari ternak ayam. Dengan demikian kita tidak perlu lagi mendatangkan bahan makanan dari luar.”

Selain itu Istini juga berharap para Management Trainee dari lulusan teknologi pangan yang mengikuti kegiatan ini bisa berinovasi dalam membuat menu makanan sehat dari sagu. Contohnya seperti mi sagu yang bebas gluten dan lebih sehat daripada mi yang beredar luas di pasaran.

Sesi pertama pelatihan diisi oleh pendiri dan CEO Javara Indonesia, Helianti Hilman, Heli bercerita awal dia mendirikan sekolah Seniman Pangan yang berangkat dari keprihatinannya terhadap hilangnya hampir satu juta petani per tahun di Indonesia.  Ini adalah ironi bagi Indonesia, negara agraris terbesar di dunia.

“Saya pikir kalau petani cuma diharapkan bertani dan menghasilkan komoditas, tidak akan ada anak muda yang tertarik. Oleh karena itu kami mendirikan Seniman Pangan sebagai sekolah kewirausahaan agar mereka bisa membuat produk komoditas menjadi added value products.” ujar Helianti.

Helianti, yang berpengalaman sebagai seorang konsultan pembangunan ekonomi pedesaan untuk sebuah organisasi pembangunan internasional, mendirikan Javara 10 tahun lalu sebagai perwujudan kecintaannya terhadap ekonomi pedesaan serta keahliannya dalam agribisnis berbasis komunitas.

Saat ini, tutur Helianti dalam pelatihan ini, sedang terjadi trend dimana produk-produk rumahan – dengan kualitas produksi yang bagus dan memiliki sebuah cerita di balik produk tersebut – mulai masuk ke supermarket kelas atas di Indonesia.

Alumnus Kings College di London, Inggris, ini juga memaparkan langsung materi teknis tentang kewirausahaan desa, pemetaan dan analisa pasar produk desa/daerah terpencil, pemetaan bahan baku dan potensi inovasi produk.

Mereka juga dilatih langsung cara untuk mengolah pangan berbasis sagu dan edamame – dua lini usaha ANJ yang dikelola oleh PT ANJ Agri Papua (ANJAP) di Sorong Selatan dan PT Gading Mas Indonesia Teguh di Jember, Jawa Timur.

Dalam pelatihan ini turut hadir Chef Charles “Chato” Toto yang menekankan potensi sagu sebagai bahan pangan alternatif yang dapat mengurangi ketergantungan ekspor beras dan tepung. “Sebenarnya sagu ini sudah ada sejak lama dan tersebar di seluruh nusantara. Namun saat ini yang tersisa hanya di wilayah timur Indonesia. Saya merasa sagu sebagai pangan lokal perlu diangkat dan disejajarkan dengan makanan lain seperti nasi,”  

“Menurut saya ANJ telah berani mengambil risiko untuk menjadi bagian dari perubahan. Karena selama ini sagu dianggap bahan makanan yang tidak pernah ada yang mau mengelola. Namun teman-teman dari ANJ mau peduli dan jika sagu ini diolah dengan baik, mungkin masyarakat Papua bisa hidup jauh lebih baik,” kata Charles, yang juga mendemontrasikan keahliannya di pelatihan ini.

Para peserta lain juga berbagi pendapat mengenai kegiatan ini. Mama Manas, salah satu tokoh perempuan dari Kampung Puragi, merasakan langsung manfaat dan pengalaman yang berharga dari pelatihan yang digelar di kantor pusat Javara di Kemang, Jakarta Selatan.

“Kegiatan ini luar biasa. Selama enam hari ini dalam pengajaran yang diberikan, kami terima dengan senang karena itu jadi bekal untuk olah alam di Papua terutama khususnya di tempat kami di mana suku Iwaro tinggal,” ujar Mama Manas dengan logat Papuanya yang khas.

“Para peserta juga belajar bagaimana mengemas, memasarkan dan menambahkan nilai jual produk agar selalu dicari dan dibeli oleh konsumen,” ujar dua Management Trainee ANJ, Ilham Billy dan Novha Kusandita.

“Dari pelatihan ini kita diajari berpikir out of the box. Selama ini yang kita tahu garam hanya dari laut. Tetapi ternyata garam bisa juga berasal dari tanaman atau garam nipah. Telah terjadi pergeseran dimana dulu kita mengonsumsi makanan dari industri sekarang kita mulai memanfaatkan olahan petani secara langsung dan mengutamakan kualitas.” kata Ilham.

Dalam kesempatan yang sama Thomas Salawono, salah satu peserta dari ANJAP menyampaikan, “Pelatihan kemarin membawa inspirasi-inspirasi baru buat saya dalam pengembangan potensi agribisnis berbasis masyarakat yang ada di daerah iwaro.”

Melalui pelatihan ini para peserta diharapkan dapat membangun pola pikir dan kepekaan untuk melihat potensi agribisnis yang belum tereksplorasi di daerahnya.

 

Artikel Lainnya

PT PPM dan Koperasi Sumano Hiwa Mandiri Jalin Kerja Sama Kelola Truk TBS
08 Jul 2019

PT Permata Putera Mandiri (PPM), unit usaha PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) yang bergerak di industri kelapa sawit di Papua Barat menjalin kerja sama dengan Koperasi Transportasi Sumano Hiwa Mandiri untuk mengoperasikan truk jungkit (dump truck) pengangkut tandan buah segar (TBS) ke dalam pabrik kelapa sawit.

Kemajuan Pesat Konstruksi Pabrik Kelapa Sawit ANJ di Papua Barat
06 Mei 2019

Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di PMP, sebagai satu dari tiga proyek infrastruktur penting dari investasi Grup ANJ di Papua Barat, telah mengalami kemajuan yang pesat dan akan menjalankan fase uji coba (commissioning) di bulan Mei ini.

Pemerintah Perlu Prioritaskan Sagu sebagai Komoditas Strategis: MASSI
25 Jan 2019

Pemerintah perlu memprioritaskan sagu sebagai komoditas pangan utama dan strategis melalui intensifikasi penelitian, perbaikan birokrasi lembaga negara dan pengurangan pungutan pajak komoditi sagu untuk membantu investor di industri ini.