Hubungan Investor

Pemerintah Perlu Prioritaskan Sagu sebagai Komoditas Strategis: MASSI

25 Jan 2019

 

Pemerintah perlu memprioritaskan sagu sebagai komoditas pangan utama dan strategis melalui intensifikasi penelitian, perbaikan birokrasi lembaga negara dan pengurangan pungutan pajak komoditi sagu untuk membantu investor di industri ini. 

Dengan 5.5 juta hektar luas lahan, penataan industri yang terintegrasi serta intensifikasi sagu sebagai komoditas pangan substitusi dapat menjawab isu kelaparan dan kemiskinan di Indonesia, menurut Professor MH. Bintoro, ketua Masyarakat Sagu Indonesia (MASSI).

“Sagu ini sebetulnya sampai sekarang tidak menjadi prioritas. Penelitian pun tidak ada. Saya harapkan Bappenas dapat menjadikan sagu sebagai komoditas prioritas dan strategis,” kata Bintoro di sesi diskusi kelompok terarah di Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Rabu (23/01).Bintoro juga berharap Bappenas dapat mengambil peran sebagai konsolidator bagi beberapa kementerian teknis terkait dengan pembangunan infrastruktur dan peningkatan potensi industri sagu di Papua dan Papua Barat.

“Jalan belum banyak, listrik, pelabuhan belum ada secara merata. Secara holistik dalam membangun, tidak bisa Kementerian Pertanian jalan sendiri, Kementerian Kehutanan jalan sendiri, Kementerian PU jalan sendiri, nanti gak jadi. ujar guru besar IPB ini dalam paparannya.

Dalam sesi yang dihadiri oleh sejumlah tokoh pemerintah daerah Papua dan Papua Barat serta perwakilan dari PT ANJ Agri Papua (ANJAP) sebagai anggota MASSI, Bintoro berharap pemerintah terus melakukan pendampingan bagi petani sagu serta mengintensifikasikan pola tumpang sari.

“Kementerian kita egosentrisnya kuat sekali. Manajemen kebun sagu diperlukan dan juga memaksimalkan fungsi lahan dengan program tumpang sari,” ujar Bintoro, mencontohkan bahwa pola tumpang sari sayur dan budidaya tambak ikan dapat memberikan penghasilan tambahan 2 sampai 13 juta rupiah per bulan bagi petani sagu di kabupaten Kepulauan Meranti.

Selain potensi capaian produksi yang tinggi dari luasan area tanam, tambah Bintoro, pemerintah juga perlu mendukung pemanfaatan fungsi lain sagu sebagai bioethanol, gula untuk industri makanan dan minuman dan juga pakan ternak.     

Pada sesi ini, Vonny Ardhi, Head of Finance and Accounting ANJ, memaparkan bahwa selain riset dan pengembangan bibit unggul, pemerintah juga dapat mendukung pelaku industri sagu melalui pembangunan infrastruktur pendukung untuk menekan biaya operasi serta kejelasan arah kebijakan terkait lahan gambut untuk sagu.

“Potensi sagu di Papua sangat besar namun diperlukan banyak penataan di berbagai segi agar dapat diproduksi secara ekonomis,” kata Vonny, menambahkan pemerintah dapat memberikan terobosan melalui pembiayaan dengan bunga tingkat khusus dan restitusi PPN masukan atas pembelian barang atau jasa. 

Vonny juga mengapresiasi upaya Pemerintah dalam menurunkan tarif Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) bagi pemain industri sagu seperti ANJAP.

Velix Wanggai, Direktur Aparatur Negara Kementerian PPN, mengatakan pihaknya akan segera menjadikan sagu sebagai salah satu program dan kegiatan prioritas dan sebagai payung bagi untuk pendanaan dan kerangka SDM bagi kementerian teknis terkait.

“Masih dalam konteks perencanaan, kita harus tetapkan sagu sebagai komoditas strategis,” kata Wanggai, menambahkan pihaknya bersama MASSI akan segera menyampaikan policy brief kepada Menteri PPN Bambang Brodjonegoro dan menjadikan sagu sebagai kegiatan prioritas dari Rencana Kerja Pemerintah 2020.

 

Artikel Lainnya

SMM Raih PROPER Hijau dari KLHK
07 Jan 2019

PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM), perusahaan kelapa sawit yang bernaung di bawah Grup PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ), meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) berkategori Hijau di 2018 sebagai pengakuan terhadap pemenuhan pengelolaan lingkungan berkelanjutan lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan.

ANJ Raih Penghargaan Pembangunan Kebun dan Tata Kelola Perusahaan
13 Des 2018

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ), perusahaan pangan berbasis agribisnis yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, meraih dua penghargaan sebagai pengakuan terhadap komitmen untuk pembangunan kebun yang berkelanjutan dan tata kelola perusahaan yang baik.

Majukan Produk Pangan Desa Melalui Pelatihan Seniman Pangan
13 Des 2018

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) mengikutsertakan 10 karyawan dan dua tokoh perempuan dari desa mitranya di Papua Barat dalam kegiatan pelatihan Seniman Pangan sebagai upaya untuk memberikan nilai tambah kepada petani dan produknya yang bervariasi di Indonesia.