speaker

Keberlanjutan

Tata Kelola Keberlanjutan

Tanggung jawab keberlanjutan melekat pada setiap karyawan ANJ. Oleh karena sifat melekat itu, peran untuk menentukan strategi, sasaran, kebijakan dalam melaksanakan program, serta memantau capaian berada pada otoritas eksekutif tertinggi, yaitu Chief Executive Officer (CEO).

CEO bekerja sama dengan seluruh direktur. Dalam hal aspek keberlanjutan secara keseluruhan, khususnya mengenai pengembangan dan pelaksanaan komitmen dan inisiatif keberlanjutan Perusahaan, termasuk merumuskan kebijakan keberlanjutan, menentukan arah strategis, dan implementasi inisiatif-inisiatif keberlanjutan, tanggung jawab berada di bawah Direktur Keberlanjutan. Direktur Keberlanjutan dibantu oleh tim manajer senior, yaitu: Kepala CID untuk mengelola pelibatan dan pengembangan masyarakat, Kepala Konservasi untuk mengelola serta memastikan pelaksanaan program keanekaragaman hayati dan konservasi dengan memastikan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan, Manajer Plasma untuk mengelola kemitraan dengan petani plasma dan petani kecil, Kepala Hubungan Pemangku Kepentingan untuk mengelola hubungan dengan pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat dan daerah, LSM internasional dan nasional serta pemangku kepentingan utama lainnya, dan Manajer Komunikasi Perusahaan untuk mengelola komunikasi dengan pihak eksternal. 

Kinerja Direktur Keberlanjutan dan timnya diawasi oleh Komite CSR dan Keberlanjutan (dewan non-eksekutif) yang diketuai oleh seorang komisaris Grup, yang juga memberikan saran mengenai kegiatan CSR dan rencana keberlanjutan yang dilakukan keseluruhan Grup ANJ serta memantau perkembangan dan eksekusi.

Di tingkat direksi, pertemuan dilakukan secara rutin setiap dua minggu sekali, termasuk untuk membahas isu-isu Keberlanjutan. Selain itu, pertemuan Komite Keberlanjutan Eksekutif, yang dihadiri oleh Direktur Keberlanjutan, CEO, Chief Operations Officer (COO), Chief Financial Officer (CFO) dan penasihat, dilakukan setiap bulan untuk mengintegrasikan serta menyelaraskan pelaksanaan proyek keberlanjutan. Untuk mengatasi isu-isu keberlanjutan yang terkait dengan aspek hukum, sumber daya manusia atau teknik, Direktur Legal, Direktur Sumber Daya Manusia, dan Direktur Teknik akan diundang dalam pertemuan tersebut.

Departemen lain yang terkait erat dengan fungsi keberlanjutan di tingkat Kantor Wilayah/Kantor Pusat adalah:

  1. Departemen Kepatuhan, yang membantu dan melapor kepada COO kami untuk memastikan kepatuhan dari departemen operasi terhadap standar RSPO serta persyaratan sertifikasi lainnya.
  2. Proses Bisnis Petani Kecil dan Pengembangan Bisnis, yang, bersama dengan departemen ICT kami, bertanggung jawab atas pengembangan sistem ketertelusuran dan implementasi proyek ketertelusuran.
  3. Departemen Logistik dan Pengadaan, yang melakukan pengadaan hasil panen dari petani kecil dan bertanggung jawab kepada Direktur Komersial (CFO).

Setiap perkebunan akan memiliki Manajer Keberlanjutan masing-masing, yang langsung melapor ke Manajer Umum Kebun untuk menerapkan kegiatan keberlanjutan di  wilayahnya. Manajer Keberlanjutan ini memiliki garis putus-putus dengan Kepala CID, Kepala Keberlanjutan, Kepala Kepatuhan dan Kepala Hubungan Pemangku Kepentingan, Kantor Wilayah/Kantor Pusat. Garis putus-putus memberikan pengawasan teknis dan dukungan untuk implementasi di lapangan. Manajer Keberlanjutan di setiap perkebunan akan didukung oleh staf dan karyawan non-staf untuk melaksanakan Program Keberlanjutan di lapangan.

Struktur tata kelola keberlanjutan per tanggal 1 April 2021

Klik untuk melihat