Investor Relations

Kemajuan Pesat Konstruksi Pabrik Kelapa Sawit ANJ di Papua Barat

06 May 2019

 

Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di PMP, sebagai satu dari tiga proyek infrastruktur penting Perusahaan di Papua Barat, telah mengalami kemajuan yang pesat dan akan menjalankan fase uji coba (commissioning) di bulan Mei ini.

Direktur Keuangan Lucas Kurniawan, yang mengunjungi Sorong Selatan (1/1/2019) untuk melihat pembangunan mill menilai konstruksi pabrik “kemajuannya sangat pesat”. Proyek ini bersamaan dengan jembatan Tatakera dan pelabuhan Karekano merupakan tiga proyek infrastruktur strategis ANJ di Papua Barat.

“Mudah-mudahan mill akan segera siap beroperasi. Memang ada kemunduran (jadwal) sekitar satu bulan sehingga kita baru akan uji coba di bulan Mei,” ujar Lucas, yang didampingi GM PPM Ali Dinar Nur, GM PMP Bambang Wijanarko dan Head of Project Engineering Charles Manalu.

Pembangunan jalur jalan yang menghubungkan pelabuhan Karekano menuju jembatan Tatakera “sudah sangat bagus dan sampai ke bibir sungai”, kata Lucas, mengapresiasi hasil kerja keras tim gabungan di Sorong Selatan dan juga di Jakarta.  

Menurut Lucas, pengerjaan infrastruktur jembatan Tatakera akan mengalami keterlambatan. Namun, dia optimis konstruksi akan terus berjalan dan dapat selesai dan siap beroperasi sebelum awal Kuartal III 2019.

“Resiko yang paling besar sehubungan dengan infrastruktur adalah penyelesaian jembatan Tatakera, dimana kemungkinan mundurnya akan cukup signifikan. Semoga tidak terlalu lama karena jembatan Tatakera sangat penting bagi kita untuk mengirim TBS dari PPM ke mill,” tambahnya.

Jembatan Tatakera akan menjadi akses bagi PPM untuk mengirim TBS ke mill di PMP dan sebaliknya akan menjadi jalur pengiriman minyak kelapa sawit dari mill menuju Pelabuhan Jamarema. Sedangkan Pelabuhan Karekano sendiri merupakan dermaga khusus untuk angkutan logistik dan orang, yang saat ini juga sedang dalam proses pengerjaan.     

ANJ telah memulai proses pembangunan pabrik kelapa sawit, yang akan memiliki kapasitas sebesar 90 MT per jam pada tahun 2021 mendatang. ANJ merencanakan pembangunan lini pertama (kapasitas: 45 MT per jam) selesai pada kuartal kedua 2019, bersamaan dengan produksi TBS pertama dari perkebunan PMP dan PPM.

 

Other Articles

Pemerintah Perlu Prioritaskan Sagu sebagai Komoditas Strategis: MASSI
25 Jan 2019

Pemerintah perlu memprioritaskan sagu sebagai komoditas pangan utama dan strategis melalui intensifikasi penelitian, perbaikan birokrasi lembaga negara dan pengurangan pungutan pajak komoditi sagu untuk membantu investor di industri ini.

SMM Raih PROPER Hijau dari KLHK
07 Jan 2019

PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM), perusahaan kelapa sawit yang bernaung di bawah Grup PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ), meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) berkategori Hijau di 2018 sebagai pengakuan terhadap pemenuhan pengelolaan lingkungan berkelanjutan lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan.

ANJ Raih Penghargaan Pembangunan Kebun dan Tata Kelola Perusahaan
13 Dec 2018

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ), perusahaan pangan berbasis agribisnis yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, meraih dua penghargaan sebagai pengakuan terhadap komitmen untuk pembangunan kebun yang berkelanjutan dan tata kelola perusahaan yang baik.