speaker

Keberlanjutan

Kebijakan Keberlanjutan

Dikeluarkan pada 31 Oktober 2019, Kebijakan Keberlanjutan ANJ adalah komitmen kami terhadap Pembangunan Berkelanjutan di Industri Minyak Kelapa Sawit. Kebijakan ini dirumuskan dengan maksud untuk mendukung 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mengaitkannya dengan Pendekatan Pembangunan Berkelanjutan kami. Kebijakan ini menunjukkan bahwa kami mempraktikkan Pengembangan Bertanggung Jawab di sektor kelapa sawit Prinsip yang memandu Tanggung Jawab Korporasi dan Sosial, Transparansi, dan Nir-Eksploitasi terjalin di seluruh kebijakan ini. Terdapat tiga elemen kunci yang mendasari kebijakan ini: (1) Kelayakan ekonomi jangka panjang (Kemakmuran usaha), (2) Kesejahteraan Manusia (Manusia) dan (3) Penatalayanan sumber daya alam dan pengelolaan lingkungan (Planet). Kebijakan ini bertujuan untuk menyeimbangkan kemakmuran usaha, kesejahteraan manusia dan pengelolaan lingkungan.

Ringkasan

Struktur kebijakan ini mengidentifikasi komponen utama dari tiap elemen kunci untuk memastikan cakupan yang maksimum dan mendukung komitmen kami terhadap Pembangunan Berkelanjutan.  Isinya mencakup kepatuhan terhadap hukum, tata kelola perusahaan yang baik, pengakuan terhadap hak asasi manusia, dan pelibatan yang positif dengan para pemangku kepentingan. Dalam penatalayanan lingkungan, perlindungan wilayah alam yang penting serta upaya penurunan dan penanganan polusi di operasi bisnis kami menjadi hal yang diprioritaskan.

Kami mendukung Praktik Bisnis yang Bertanggung Jawab, yang menjadi dasar untuk melaksanakan seluruh elemen di dalam kebijakan ini. Perwujudan kebijakan ini tergantung pada keuntungan bisnis kami.

Kami menerapkan pendekatan manajemen adaptif yang memungkinkan kami untuk memenuhi seluruh persyaratan keberlanjutan secara bertahap.  Kebijakan ini merupakan dokumen yang terus berkembang dan dapat diperbarui, serta pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.

Kebijakan ini dilengkapi dengan panduan yang menjelaskan pendekatan untuk pelaksanaannya.  Berbagai elemen kunci diperluas untuk memberi pemahaman yang lebih baik terhadap kebijakan ini.

Komitmen ANJ dalam produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan mempertimbangkan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada tahun 2015. Selain itu, kami sepenuhnya mengikuti tiga elemen kunci Pembangunan Berkelanjutan, yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan lingkungan, sosial dan ekonomi saat ini tanpa mengorbankan keberlangsungan generasi yang akan datang. Elemen-elemen tersebut adalah:

1. Kelayakan ekonomi jangka panjang (Kemakmuran Usaha),

2. Kesejahteraan manusia (Manusia), dan

3. Penatalayanan sumber daya alam dan pengelolaan lingkungan (Planet).

Elemen kunci tersebut menjadi tonggak dasar dari komitmen kami terhadap keberlanjutan karena kami peduli dengan aktivitas kami dan bagaimana kami membawa pengaruh terhadap masyarakat dan lingkungan. Dengan pemahaman ini, komitmen kami juga berlaku bagi seluruh rekanan dan mitra bisnis di sektor kelapa sawit. 

Sebagai anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), kami bertekad untuk mematuhi seluruh Prinsip & Kriteria RSPO dan persyaratan tambahannya. Ini adalah komitmen jangka panjang kami.

Prinsip-Prinsip Panduan Kebijakan Keberlanjutan

1. Tanggung Jawab Korporasi dan Sosial (CSR)

2. Transparansi

3. Nir - Eksploitasi

Contoh Elemen Kunci Pembangunan Berkelanjutan

1. Kelayakan Ekonomi Jangka Panjang (Kemakmuran Usaha) 

Kelayakan ekonomi jangka panjang merujuk pada kemampuan dan kapasitas sebuah perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang wajar dan berkelanjutan. Bagian dari elemen ini termasuk Praktik Bisnis yang Bertanggung Jawab yang mengharuskan ANJ untuk:

  • Kepatuhan pada peraturan perundang-undangan setempat dan konvensi internasional
  • Komitmen pada Tata Kelola Perusahaan yang Baik
  • Menerapkan Kode Etik yang adil dan etis
  • Kepatuhan pada persyaratan Prinsip & Kriteria RSPO

2. Kesejahteraan Manusia (Manusia)

Bagian dari elemen ini berfokus pada ANJ akan memastikan kesejahteraan karyawannya dengan mengikuti nilai dan praktik sosial berikut untuk:

  • Kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, pelayanan kesehatan perempuan, pengasuhan anak dan hak reproduksi
  • Kesempatan yang sama, hak asasi manusia, hak anak, Nir-Toleransi untuk segala bentuk diskriminasi berdasarkan ras, agama, kewarganegaraan, pandangan politik, kondisi fisik lainnya
  • Tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan, pelecehan dan eksploitasi seksual di tempat kerja kami. 

3. Penatalayanan Sumber Daya Alam dan Pengelolaan Lingkungan (Planet)

Bagian dari elemen ini termasuk Perlindungan Lingkungan dan Pengelolaannya dan Pengelolaan Wilayah yang Dikembangkan. Upaya penatalayanan kami akan mencakup hal-hal berikut:

  • Pengembangan kawasan baru yang bertanggung jawab dengan menggunakan pendekatan lanskap terintegrasi;
  • Proteksi dan konservasi menyeluruh bagi kawasan yang teridentifikasi secara independen sebagai NKT-SKT dan hutan primer;
  • Tidak ada pembebasan lahan untuk kelapa sawit di kawasan yang teridentifikasi secara independen sebagai NKT dan SKT sejalan dengan protokol RSPO. Pengembangan di kawasan teridentifikasi sebagai NKT yang terkait dengan kasus yang sedang berjalan yang belum selesai akan mengikuti dengan ketat persyaratan dan protokol RSPO;
  • Tidak melakukan pengembangan baru di kawasan gambut pada kedalaman berapapun dan konservasi lahan gambut;
  • Komitmen untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK);
  • Tanpa pembakaran lahan; dan tindakan pencegahan ketika berkembang di tanah yang rentan, lereng dan saluran air (termasuk wilayah sungai).
  • Implementasi Integrated Pest Management (IMP)
  • Pengelolaan air di lahan basah dan lahan gambut yang sudah ada
  • Meminimalkan penggunaan bahan kimia, pestisida, dan pupuk serta tidak menggunakan paraquat, dan;
  • Mengurangi polusi

Kebijakan Keberlanjutan dapat diunduh dengan mengklik tautan di bawah ini:


Sustainability Policy - 2019